Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Hidayah Itu Dijemput Bukan Ditunggu!



 
Kisah manusia siapa yang bisa menebak? Tak ada satupun makhluk tanpa kehendak Allah yang mampu menyingkapnya. Ia terselubung dan terhijab oleh rahasia dari-Nya. Maka pantaskah kita untuk berleha-leha, sedangkan kisah kita tak menentu? Mau kemana dan berakhir dalam bentuk bagaimana?
Cukuplah Allah sebagai sandaran dan sebagai tempat untuk meminta kemudahan dalam menjalani hidup yang penuh dengan misteri. Cukuplah Allah menjadi sebaik-baik pembuat rencana manusia. Cukuplah Allah dan hanya Allah yang kita jadikan sebagai sebaik-baik meminta untuk diistiqomahkan dalam jalan-Nya. Amin..
Menyelami setiap kisah yang kita lalu akan menyingkap uraian hikmah yang sangat luar biasa. Ada banyak pelajaran dari kisah perjalanan kita. Ada banyak orang-orang luar biasa yang kita temui dan menjadi guru kehidupan kita. Tak ada yang sia-sia dari segala labirin perjalanan yang Allah gariskan untuk kita. Tapi yang menjadi pertanyaan, mampukah kita melihat hikmah itu? Mampukah kita untuk menjadikan setiap kejadian yang kita alami menjadi guru kehidupan? Maka mari tanyakah pada hati kita dan kita bertafakkur.
Perjalanan untuk menemui titik hidayah selalu banyak cara dari-Nya. Penemuan itu menjadikan kita lebih mengerti subtansial dan eksistensi keberadaan kita di permukaan bumi ini. Maka seharusnya kita memporsikan diri kita sebagai seorang Allah karuniakan dan berikan sebuah amanah.
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٣٠
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".[QS. Al-Baqarah: 30].
Pemberian amanah menjadi seorang khalifah bukan merupakan untuk menjadikan manusia lebih bisa berbangga diri dengan gelar tersebut dari makhluk Allah yang lain. Melainkan menjadikan bahan ujian bagi manusia untuk mengetahui mana yang beriman kepada Allah dan mana yang kufur kepada-Nya.
Selain untuk menjadi seorang khalifah di bumi Allah, manusia kembali ditegaskan fungsi pokok penciptaannya, yakni termaktum pula dalam surat cinta yang berasal dari Kalam-Nya yang mulia.
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ ٥٦
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribdah kepada-Ku,” [QS. Adz-Dzariyat: 56]. Agar manusia mampu mengemban tugas kekhilafaan ini yakni tugas kepemimpinan dalam kapasitasnya sebagai wujud ‘ubudiyyah’ yang sempurna kepada Allah Rabb semesta alam, maka Allah membekali manusia sejak awal penciptaannya dengan memberinya faktor-faktor yang memungkinkan manusia bisa melakukan tugas tersebut, yaitu berupa komponen; fisik, otak dan roh, atau materi, jiwa dan makna.
Dalam firman-Nya, telah dijelaskan;
ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ ٧
ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ٨
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ٩
Dzat yang menjadikan sesuatu dengan sebaik-baiknya, maka Dia memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian menjadikan keturunannya, terbuat dari setetes air yang hina (mani), lalu Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh ciptaan-Nya, dan  Dia juga membuat bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. Namun sedikit sekali di antara kamu sekalian yang bersyukur.” [QS. As-Sajadah: 7-9].
Kemudian jiwa atau hati itu dibekali oleh Allah dengan seperangkat kecenderungan-kecenderungan (ghorizah) menyerupai garis-garis halus yang saling berhadapan dan berpasangan, setiap dua kecenderungan yang berdekatan dalam jiwa, pada suatu saat keduanya bisa saling berlawanan, sebagaimana halnya; rasa takut dan berharap, suka dan benci, melihat dalam kenyataan dan menghayal, kekuatan inderawi dan non inderawi, yang rill dan yang abstrak, kepercayaan yang dapat dicerna oleh inderawi dan yang tak dapat dicerna oleh inderawi. Cinta kepada rela berbuat, baik yang negatif maupun yang positif, tinggi hati dan rendah hati, sikap keras dan lembut.
Semua kecenderungan tersebut yang saling berpasangan ini, memegang peran penting dalam hal pembentukan eksistensi manusia. Mereka itu bagaikan pasak-pasak yang tersebar, namun saling berpasangan untuk membuat dan memperkuat suatu bentuk dengan ikatan-ikatannya yang saling mengokohkan satu sama lain dari semua segi. Walaupun demikian semuanya mempunyai kelonggaran untuk dijaga dan diperbaiki.
[ ]

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia