Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Bersyukurlah!





“Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur pada manusia.” [HR. Ath-Thabarani]

Hari ini, ketika kita terbangun dari tidur, sebenarnya itu adalah kasih sayang dari-Nya. Dia telah menghidupkan kita dari kematian kecil. Membangunkan kita dengan semangat yang baru dan kebugaran yang baru pula. Kita menikmati kicauan burung yang bersenandung bersama alam. Kita mendengarkan dan menyaksikannya dengan rahmat penglihatan dan pendengaran yang telah Dia berikan kepada kita. Merasakan hujaman sinar mentari. Menghirup udara segar. Semua itu karunia dari-Nya. Guyuran ni’mat yang telah Dia amanah kepada kita untuk senantiasa menjadi pengingat bahwa kita adalah manusia yang bergantung. Memohon pertolongan. Manusia yang lemah dan tiada daya apapun tanpa-Nya. Maka bersyukurlah. Menangislah kepada-Nya atas anugerah besar yang telah Dia berikan kepada kita.
Wujud syukur kita adalah pembuktian diri bahwa kita sadar akan kelemahan kita. Sadar akan ke-Maha Sempurnaan-Nya dan sadar akan cinta-Nya yang besar melebihin cinta makhluk-Nya.
Bersyukurlah dengan syukur yang benar. Syukur yang nyata. Syukur yang tidak hanya kita mengatakan “Alhamdulillah rabbil’alamin; Segala Puji Bagi Allah Ta’ala. Tapi bagaimana rasa syukur itu terus menjadikan kita sebagai pribadi yang taat. Pribadi yang senantiasa berjuang dan berusaha untuk mendekati-Nya. Pribadi yang selalu bersemangat melakukan ketaatan dan kebaikan-kebaikan ibadah dengan penuh keikhlasan.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”[QS. Al-Baqarah (2): 152]
Surat cinta Allah menjelaskan kepada kita untuk selalu mengingat Allah dan bersyukur serta jangan mengingkari ni’mat-Nya. Menganjurkan setiap gerak gerik dan langkah kita harus senantiasa menggambarkan wujud rasa syukur kita pada-Nya. Maka tidak ada alasan untuk kita tidak bersyukur. Ada banyak ayat yang menjelaskan dan memerintahkan kepada kita untuk bersyukur. Bersyukur dan terus bersyukur.
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.[QS. Al-Baqarah (2): 172]
 Namun kebanyakan manusia menjadi bagian dari hamba Allah yang lalai dan melupakan rasa syukur kepada-Nya. Menjadi manusia yang melupakan ni’mat-Nya. Padahal Allah selalu melimpahkan ni’mat-Nya dari kita bangun tidur sampai tidur lagi. Tidak adapun bayaran atau imbalan yang diminta oleh-Nya. Hanya perintah untuk bersyukur sehingga kita menjadi hamba yang tahu untuk berterima kasih. Hamba yang pandai untuk menghargai. Tapi realitasnya kebanyakan manusia jatuh pada lubang kekufuran.
“Dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” [QS. An-Naml (27): 73]
Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur.” [QS. Al-Mu’minuun (23): 78]
Dua ayat ini hanyalah sebagai dari banyaknya gambaran manusia yang amat sedikit bersyukur pada ni’mat yang Allah limpahkan pada hidup kita. Atas segala kehidupan yang Allah berikan kepada kita. Atas segala potensi yang telah Dia titipkan secara tepat pada diri kita. Tapi sangat sedikit dari mereka yang sadar dan mensyukurinya. Kita berharap pada-Nya, semoga golongan sedikit (Bersyukur) itu menjadi golongan yang kita pilih. Menjadi hamba yang selalu menunjukkan rasa cintanya dengan bersyukur.
Bersyukur tidak menjadikan kita hina dihadapan Allah. Tidak pula menjadikan kekayaan dan kemuliaan Allah bertambah. Melainkan syukur kita itu adalah sebuah investasi dan keuntungan buat diri kita. Sebuah anugerah bagi kita. Maka mari kita perhatikan janji-Nya yang dikabarkan untuk orang-orang yang bersyukur.
“Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [QS. Luqman (31): 12].
Dalam sebuah penelitian juga ditemukan bahwa banyak bersyukur maka akan menjadi manusia itu lebih terarah dan memiliki ketenangan serta kebahagiaan. Menurut salah seorang Profesor Kedokteran dari University San Diego School of Medicine yang bernama Paul Mills mengatakan bahwa sikap bersyukur dan mental positif akan mengurangi tingkat depresi atau kecemasan seseorang sehingga bisa menurunkan angka resiko terkena penyakit jantung. Penelitian ini sudah dilakukan profesor selama bertahun-tahun.
Penelitian ini telah melibatkan 186 pria dan wanita yang berusia 66 tahun. Penelitian ini sengaja mengambil sampel orang-orang yang berusia lanjut karena dianggap lebih banyak mengalami masalah hidup dan pahit manis kehiudupan. Para sampel diminta untuk mengisi kuesioner yang telah dibagikan untuk mengukur rasa syukur seseorang terhadap kehidupan yang telah mereka jalani. Hasilnya adalah setelah dilakukan analisa terhadap darah, inflamasi, penumpukkan plak pada darah, ternyata mereka yang selama hidupnya lebih banyak bersyukur memiliki tingkat lebih rendah terhadap plak pada darah, inflamasi, tekanan darah dibandingkan dengan mereka yang tidak atau kurang bersyukur terhadap kehidupannya. Menurut Mills, tingkat inflamasi yang rendah menjadi tolak ukur kesehatan jantung seseorang.
Tidak berhenti sampai disitu saja, Mills melakukan penelitian lanjutan kepada empat puluh orang penderita penyakit jantung. Setelah itu, mereka diminta untuk setiap hari menulis tentang apa yang dia syukuri setiap harinya dan ini berlangsung selama sepekan. Banyak dari para penderita yang menulis mereka senang mempunyai anak, cucu, pasangan hidup maupun harta benda yang mereka miliki. Setelah itu, Mills melakukan pengkajian ulang terhadap empat puluh pasien penderita jantung tadi. Hasilnya adalah mereka yang rajin menulis tentang hal-hal yang mereka miliki dan mereka senang atau bersyukur membuat tingkat peradangan jantung dan irama jantung menjadi lebih baik.
Mari memulai membuat kebiasaan bersyukur atas apa yang Allah berikan. Kecil maupun besar. Sebab syukur kita menjadikan kita mengikat ni’mat Allah dengan ikatan yang kuat. Bersyukrlah.
“Siapa yang tidak mensyukuri ni’mat Allah, maka berarti berusaha untuk hilangnya ni’mat itu. Dan siapa yang bersyukur atas ni’mat berarti telah mengikat ni’mat itu dengan ikatan yang kuat.” [Ibnu Athailah]
[ ]







Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia