Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Kenapa Harus Menurut Allah?
Siskaee
Juli 26, 2017
Hidup
adalah pilihan. Dan setiap pilihan ada konsekuwensi yang berlaku. Aku, Kau dan
Kita semua berhak untuk memilih tanpa ada tendensi dari siapapun. Sebab pilihan
itu bukan orang lain yang akan menjalaninya. Tapi kita. Kita menjadi pelakon
utamanya. Pemeran utamanya. Namun harus dingat bahwa sebaik apapun yang menjadi
pilihan menurut kita, maka pilihan Allah untuk diri kita jauh lebih baik. Sebab
segala sesuatu yang kita anggap baik belum tentu baik untuk masa depan kita. Belum
tentu baik untuk hidup kita. Belum tentu baik menurut Allah. Dan begitupun
sebaliknya. Segala sesuatu yang kita anggap tidak baik boleh jadi baik untuk
hidup dan masa depan kita. Serta menurut Allah itu lebih baik lagi untuk kita.
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia
amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [QS.
Al-Baqarah (2): 216]
Kenapa
harus menurut Allah? Toh kita yang akan menjalaninya! Memang benar kita yang
akan menjalaninya, tapi perlu kita tahu sedari awal bahwa pemilik kehidupan ini
adalah Allah. Pemilik alam semesta ini adalah Allah. Apa yang ada di langit dan
di bumi adalah kepunyaan-Nya. Dia-lah pemilik segala kerajaan. Jadi wajar saja
kalau semua harus sesuai dengan kemauan Allah. Kita hanya diberikan peran
kemudian kita lakonkan dengan sebaik-baiknya. Ibarat kata, kita ini hanya
menumpang terhadap kepunyaan Allah.
Maka
mari berbaik sangka terhadap apa yang Allah pilihkan untuk kita. Karena sebaik-baik
pemberi adalah Allah. Kita ikhlaskan diri kita untuk menerima segala
keputusan-Nya. Yakinkan diri bahwa setiap keputusan dan kenyataan hidup adalah
proses yang Allah berikan untuk menjadikan kita hamba yang lebih baik. Sebagai bahan
muhasabah diri untuk setiap khilaf dan salah yang pernah kita lakukan. Jadikan sebagai
penambah keimanan dan kecintaan pada Allah. Karena Allah tidak akan pernah
meninggalkan kita dan menjadikan kita terlantar. Maka terus berbaik sangka. Bersabar
dan istiqomah. Jangan meminta kepada-Nya untuk mengurangi beban hidup yang ada
tapi mintalah kemudahan dan kekuatan untuk mampu melewatinya.

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...